Selepas dari sanksi FIFA soal pembekuan federasi sepakbola Indonesia yaitu PSSI. Yang kita semua tahu imbas dari sanksi tersebut adalah ke tidak ikut sertaan Indonesia dalam seluruh aktifitas persebakbolaan (berinduk FIFA) di kancah internasional.Selama kurun waktu kurang lebih satu tahun ,dari semua level usia Indonesia batal mengikuti kejuaraan-kejuaraan yang berlangsung.
Namun selepas sanksi tersebut dicabut pada Mei 2016, Timnas Indonesia lalu berbenah. Untuk bersiap menghadapi kejuaraan terdekat yaitu berlaga di Piala AFF 2016 yang berlangsung di Myanmar dan Filipina.
Persiapan yang terhitung minim tak menyurutkan langkah Indonesia untuk berjuang di Piala AFF 2016. Kurang dari setahun Indonesia harus menyiapkan tim, guna tampil di ajang Piala Dunianya negara-negara ASEAN. Seleksi pelatih kepala Timnas pun segera dilakukan, dari beberapa kandidat muncul satu nama pelatih yang tidak asing (a.k.a pernah) menangani Timnas Indonesia. Dialah Opa Alfred Riedl. Pelatih berkelahiran Wina (Austria) pada 2 November 1949 silam, adalah pelatih yang hafal betul dengan gaya bermain Timnas Indonesia.
Selepas ditunjuk menjadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia. Opa Riedl sedikit dipusingkan dengan pembatasan oleh Federasi tentang pemilihan skuad Timnas Indonesia yang hanya boleh memanggil 2 pemain dari masing-masing Tim yang ada. Tapi dengan mengusung semangat kala menjadi pelatih Indonesia di tahun 2010, yang mana saat itu mayoritas skuad Timnas Indonesia bermaterikan pemain-pemain muda.
Di tahun 2016 ini Timnas Indonesia optimismis untuk tampil pertama kalinya di kejuaraan resmi FIFA lepas dari sanksi FIFA.
INDONESIA BISA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar